Ide atau gagasan yang timbul berdasarkan hasil pemikiran dan pengalaman dari seseorang kemudian dituangkan kedalam sebuah tulisan biasa disebut dengan karya tulis. Namun apabila sebuah karya tulis tersebut ada atau bagian dari isi nya bukan berdarkan dari ide dan pengalaman orang tersebut dan tidak mencantumkan sumber, kata Plagiat lah yang cocok disandang oleh karya tulis tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Seseorang atau kelompok yang melakukan tindakan plagiat biasa disebut plagiator. Kerugian yang disebabkan oleh plagiator yaitu pencurian hak cipta orang lain, berdasarkan kerugian yang disebabkannya tersebut, seorang plagiator atau pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat, sebagai contoh apabila dilakuan didunia pendidikan sanksi yang diterima yaitu bias dikeluarkan dari sekolah/universitas.

Dibawah ini adalah hal-hal yang digolongkan sebagai tindakan plagiarisme dalam Buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk:

  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tuisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa mnyebutkan sumbernya, dan
  • Memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Baru-baru ini pada tanggal 04 Mei 2011 bertempat di Jakarta, Pemimpin Perguruan Tinggi Negri / Pemerintah dan Koordinator Kopertis seluruh Indonesia mendeklarasikan gerakan Anti Menyontek dan Anti Plagiat. Didalam acara tersebut Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Djoko Santoso menghimbau sekaligus berharap kepada seluruh sivitas akademika mengedepankan kejujuran, kecerdasan, ketangguhan dan kepedulian.

Nampaknya plagiat memang popular, terbukti tidak hanya dalam dunia pendidikan saja melainkan dalam segala bidang plagiarisme tak mudah untuk dihapuskan. Tindakan plagiat pada awal-awal pembahasan artikel ini mencerminkan suatu tindakan yang buruk, namun banyak sebagian orang yang berpendapat lain. Banyak berbagai alasan yang memperkuat pendapat bahwa plagiat tidak selamannya buruk, dan salah satu nya dalam dunia music yaitu “ Plagiat atau bukan itu terserah penilaian anda dan di dunia musik itu boleh saja, karena kunci sukses di dunia music memang harus mengikuti perkembangan yang sedang laris atau nge-top meski sering di anggap plagiat”