Sebenarnya membahas power supply unit (PSU) secara keseluruhan bisa amat panjang, bahkan sangat memusingkan jika anda bukan orang yang paham mengenai elektrokik dan kelistrikan, termasuk penulis sendiri.

Pada artikel ini penulis sajikan beberapa hal terpenting yang menambah pengetahuan seputar PSU, karena sangat diperlukan jika anda ingin membeli PSU yang benar-benar handal dan mencegah anda tertipu dengan iming-iming kehandalan yang sering digemborkan penjual.

Penting anda ketahui bahwa PSU menggunakan sistem konversi daya (power conversion) untuk mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi  arus searah (DC). Kemudian arus DC inilah yang distabilkan untuk kemudian disalurkan ke berbagai komponen seperti hardisk, optical drive, dan kawan-kawannya.

Kemudian PSU terbagi dalam 2 jenis power conversion, yang pertama “linear power supply” dan yang kedua ”Switching power supply”.

  1. Linear Power Supply

Tipe linear merupakan tipe PSU yang amat simple dan hanya menggunakan sedikit komponen utama. Namun PSU jenis ini tidak memiliki efisiensi yang tinggi dalam mengubah arus AC menjadi DC sehingga sebagian besar dayanya terbuang sia-sia dalam bentuk panas. Kesimpulanya Jenis PSU ini lebih murah.

  1. Switching Power Supply

Tipe switching adalah tipe PSU yang memiliki rangkaian lebih rumit dimana terdapat banyak komponen utama, namun hal ini berpengaruh pada keunggulan efisiensi konversi arus AC ke DC. Jenis PSU ini dapat memiliki efisiensi daya sekitar 60-90% atau lebih. Nyaris semua PSU pada PC saat ini adalah jenis Switching.

Pada dasarnya, semakin ringkas rangkaian PSU maka efisiensinya pun semakin rendah (<60%). Begitu pula sebaliknya makin kompleks strukturnya maka makin tinggi pula efisiensinya (>70%). Dalam hal ini harga sebuah PSU seringkali berbanding lurus dengan struktur elektroniknya, dan juga bobotnya.

Kenapa bobotnya? Asal tahu saja, sebuah PSU yang bagus biasanya memiliki arus daya yang cukup besar. Nah, untuk menghasilkan arus yang besar ini harus digunakan transformer berukuran cukup besar termasuk komponen transistor, kapasitor, dan juga pelat pendingin sehingga berpengaruh pada bobot total PSU.

Timbul pertanyaan tegangan seperti apa yang dibutukan sebuah PC? Umumnya computer membutuhkan beberapa tegangan utama yang harus memiliki presisi yang tinggi, termasuk tingkat toleransi yang diperbolehkan (umumnya 5%) agar dapat beroperasi secara optimal. Jalur tegangan utama ini sering disebut rail, adalah 3,3Volt, 5Volt, dan 12Volt yang biasa dipakai untuk chipset, memori, USB, harddisk, VGA, dan lainya. Sedangkan untuk rail -12Volt dan 5Voltsb (standby) hanya dipakai sedikit piranti karena itu tak perlu daya yang cukup beasar. Namun karena tegangan +12Volt lebih banyak diperlukan, maka anda harus memperhatikan besaran rail +12Volt ini saat membeli PSU.

Disamping nominal tegangan, perlu diperhatikan pula nilai daya keluaran dari sebuah PSU yang biasanya ditampilkan dibagian label spesifikasi yang dinyatakan dalam W (Watt).

Sebagai contoh, ada sebuah PSU yang pada labelnya tertera nilai output daya 850 watt, nilai setiap railnya 180 watt, 744 watt, 9,6 watt, dan 15 watt. Padahal kalau kita jumlahkan setiap rail maka akan didapat angka 948,6 watt. Lalu berapa daya sebenarnya? Angka 850 watt yang ditampilkan sebenarnya memang merupakan jumlah dari masing-masing rail, namun perlu diingat bahwa ada beban yang muncul disetiap rail sehingga output nyata yang dihasilkan bukanlah penjumlahan setiap rail belaka.

Tips dari penulis, carilah sebuah PSU yang “jujur” maksudnya sebuah PSU yang biasanya menuliskan besaran output maksimal (MAX/PEAK) dan output nyata (RATED/CONTINUOUS) pada labelnya.